Adi hidup sederhana, ayahnya seorang tukang bangunan dan ibunya seorang buruh cuci. Karena kecelakaan ayahnya sekarang tidak bekerja, hidupnya bergantung pada ibunya. Beberapa bulan lagi ibunya berulang tahun tepat pada hari valentine, Adi ingin memberikan hadiah istimewa untuk ibunya. Maka diam-diam Adi berjualan koran sepulang sekolah.

Setiap hari Adi pulang menjelang malam dan disambut ibunya dengan wajah khawatir. “ Kemana saja kamu nak? Ini sudah malam”, tanya ibunya dengan khawatir. Adi menjawab “ oh.. tadi aku belajar bersama Toni bu”, jawab Adi sedikit gugup, Adi merasa bersalah karena berbohong dengan ibunya. Setiap malam sepulang berjualan koran Adi masih meluangkan waktu untuk belajar.

Adi dikenal sebagai anak yang pandai, rajin dan baik hati. Tapi semenjak Adi berjualan koran sepulang sekolah nilai Adi manjadi menurun, dia banyak tertidur saat pelajaran. Ibu guru dan teman-teman khawatir dengan keadaan Adi. Adi lalu menceritakan permasalahannya pada guru.

Ibu Guru akhirnya memberi nasehat pada Adi, “Adi, ibu tahu kamu ingin memberikan hadiah istimewa untuk ibumu. Tapi apakah ibumu senang menerima hadiahmu dengan mengorbankan belajarmu? Kalau kamu bisa dapat nilai yang baik dan belajar giat berarti kamu telah memberi hadiah istimewa untuk ibumu. Ibu percaya kamu bisa, Ibu bangga saat kamu mau membantu teman-temanmu yang kurang mengerti, teman-temanmu membutuhkanmu, kembalilah bersemangat seperti dulu. Dan berikan hasil terbaikmu untuk orangtuamu.” Ibu guru memberi nasehat sambil memegang pundak Adi, namun Adi hanya terdiam.

Setelah beberapa hari merenungkan yang dikatakan oleh Ibu Guru, Adi memutuskan untuk mengikuti nasehat gurunya. Teman-teman juga ikut senang melihat Adi kembali ceria seperti dulu. Teman-teman Adi yang pernah mendengar rencana Adi memberi hadiah istimewa untuk ibunya berencana untuk memberi hadiah kejutan karena mereka sayang dengan Adi.

Saat hari valentine tiba, teman-teman Adi datang ke rumah Adi, mereka membawa kue ulang tahun dan hadiah untuk keluarga Adi. Adi sangat gembira melihat teman-temannya memberikan kejutan istimewa untuknya. Adi sendiri juga sudah menyiapkan hadiah istimewa untuk ibunya. Sebuah jepit rambut yang indah untuk ibunya. Ibu Adi sangat bahagia merayakan ulang tahunnya , ini merupakan hadiah terindah.

Ketika kita melayani dan membantu sesama dengan tulus, Tuhan memberikan lebih dari yang kita butuhkan bahkan ketika kita tidak mengharapkan apapun.

dian d1Dian Mustika Sari
Guru BK SDK 1 PENABUR Jakarta