Suatu sore, W.R. Supratman, anak band yang jadi jurnalis itu, membaca suratkabar Timbulterbitan Solo. Putra pensiunan sersan KNIL ini lantas tertantang oleh kalimat: “Alangkah baiknya kalau ada salah seorang pemuda Indonesia yang bisa menciptakan lagu kebangsaan Indonesia, sebab lain-lain bangsa semua telah memiliki lagu kebangsaannya masing-masing!” Di pertengahan 1928, lagu ‘Indonesia Raya’ rampung. Ketika Kongres Pemuda II, […]

