[:en]

Peserta KKO / dokumentasi pribadi

“Didiklah anak menurut jalan yang patut baginya , maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu” Amsal  22 : 6

Jakarta – Kutipan ayat Alkitab di atas mengingatkan kita bahwa sebagai orangtua kita perlu mendidik anak-anak kita dimasa sekarang untuk mempersiapkan masa depan mereka kelak. Mendidik tidak hanya sekedar transfer of knowledge, tetapi juga transfer of values. Artinya dalam mendidik anak, orangtua perlu mengajarkan berbagai aspek baik jasmani maupun rohani dengan tujuan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang memiliki berkarakter baik.

Tema Kelompok Kepedulian Orangtua (KKO) SDK 11 PENABUR Jakarta, Sabtu 8 Desember 2018 ini membahas mengenai kedisiplinan. Disiplin bukan sekedar tindakan yang diterapkan pada saat anak dikoreksi, tetapi merupakan suatu hubungan yang berkesinambungan antara orangtua dengan anak.

Tidak ada seorang anak pun yang sejak lahir dikaruniai kemampuan untuk mengendalikan diri, karena itu diperlukan pembiasaan dan latihan kedisiplinan sejak kecil. Menerapkan kedisiplinan kepada anak harus dilakukan secara konsisten dan didasari dengan kasih. Mendorong anak-anak untuk berperilaku benar dengan memberikan peringatan verbal dan nonverbal penting untuk dilakukan. Disamping itu, orangtua perlu memberikan koreksi ketika anak melakukan kesalahan. Koreksi berbeda dengan hukuman. Koreksi bertujuan untuk memperbaiki kesalahan anak atau perbuatan anak yang menyimpang dan tidak dapat ditolerir. Hal ini perlu agar menolong anak untuk belajar dari kesalahannya.

Ice Breaking / dokumentasi pribadi

Lalu bagaimana agar anak jera? Haruskah dipukul atau tidak? Pukulan berarti menimbulkan rasa sakit dengan kekuatan yang terkendali pada seorang anak untuk mengubah sikapnya secara internal. Pukulan dilakukan bukan berdasarkan emosi orangtua, dan tidak boleh memukul bagian kulit anak yang tidak terlindung pakaian. Segala sesuatu yang dilakukan harus mempertimbangkan martabat anak, misalnya tidak boleh memukul anak di muka umum.

KKO level 2 pertemuan terakhir ini dihadiri oleh 35 orangtua siswa. Sesi KKO diakhiri dengan pembagian sertifikat dan kenang-kenangan untuk peserta yang lulus KKO. SDK 11 PENABUR Jakarta sangat bersyukur atas kebersamaan, kerjasama, serta komunikasi yang terjalin erat dengan orangtua siswa dalam rangkaian kegiatan KKO ini. Kiranya apa yang sudah di dapatkan dalam sesi KKO ini bukan hanya menjadi sia-sia, tetapi boleh menjadi pengalaman dan pengetahuan baru untuk para peserta KKO sehingga  dapat diterapkan dalam keseharian mendampingi tumbuh kembang anak-anak. Tuhan Yesus Memberkati.

Tanya -Jawab / dokumentasi pribadi

Tanya – Jawab / dokumentasi pribadi

Penulis: Prananingrum C (Guru BK SDK 11 PENABUR Jakarta)

Baca berita kegiatan parenting lainnya:

[:id]

Peserta KKO / dokumentasi pribadi

“Didiklah anak menurut jalan yang patut baginya , maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu” Amsal  22 : 6

Jakarta – Kutipan ayat Alkitab di atas mengingatkan kita bahwa sebagai orangtua kita perlu mendidik anak-anak kita dimasa sekarang untuk mempersiapkan masa depan mereka kelak. Mendidik tidak hanya sekedar transfer of knowledge, tetapi juga transfer of values. Artinya dalam mendidik anak, orangtua perlu mengajarkan berbagai aspek baik jasmani maupun rohani dengan tujuan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang memiliki berkarakter baik.

Tema Kelompok Kepedulian Orangtua (KKO) SDK 11 PENABUR Jakarta, Sabtu 8 Desember 2018 ini membahas mengenai kedisiplinan. Disiplin bukan sekedar tindakan yang diterapkan pada saat anak dikoreksi, tetapi merupakan suatu hubungan yang berkesinambungan antara orangtua dengan anak.

Tidak ada seorang anak pun yang sejak lahir dikaruniai kemampuan untuk mengendalikan diri, karena itu diperlukan pembiasaan dan latihan kedisiplinan sejak kecil. Menerapkan kedisiplinan kepada anak harus dilakukan secara konsisten dan didasari dengan kasih. Mendorong anak-anak untuk berperilaku benar dengan memberikan peringatan verbal dan nonverbal penting untuk dilakukan. Disamping itu, orangtua perlu memberikan koreksi ketika anak melakukan kesalahan. Koreksi berbeda dengan hukuman. Koreksi bertujuan untuk memperbaiki kesalahan anak atau perbuatan anak yang menyimpang dan tidak dapat ditolerir. Hal ini perlu agar menolong anak untuk belajar dari kesalahannya.

Ice Breaking / dokumentasi pribadi

Lalu bagaimana agar anak jera? Haruskah dipukul atau tidak? Pukulan berarti menimbulkan rasa sakit dengan kekuatan yang terkendali pada seorang anak untuk mengubah sikapnya secara internal. Pukulan dilakukan bukan berdasarkan emosi orangtua, dan tidak boleh memukul bagian kulit anak yang tidak terlindung pakaian. Segala sesuatu yang dilakukan harus mempertimbangkan martabat anak, misalnya tidak boleh memukul anak di muka umum.

KKO level 2 pertemuan terakhir ini dihadiri oleh 35 orangtua siswa. Sesi KKO diakhiri dengan pembagian sertifikat dan kenang-kenangan untuk peserta yang lulus KKO. SDK 11 PENABUR Jakarta sangat bersyukur atas kebersamaan, kerjasama, serta komunikasi yang terjalin erat dengan orangtua siswa dalam rangkaian kegiatan KKO ini. Kiranya apa yang sudah di dapatkan dalam sesi KKO ini bukan hanya menjadi sia-sia, tetapi boleh menjadi pengalaman dan pengetahuan baru untuk para peserta KKO sehingga  dapat diterapkan dalam keseharian mendampingi tumbuh kembang anak-anak. Tuhan Yesus Memberkati.

Tanya -Jawab / dokumentasi pribadi

Tanya – Jawab / dokumentasi pribadi

Penulis: Prananingrum C (Guru BK SDK 11 PENABUR Jakarta)

Baca berita kegiatan parenting lainnya:

[:]