Sebagai konselor penting untuk menyadari adanya  sifat mudah tersinggung pada diri klien dan konselor. Klien pada umumnya tidak menyadari masalah sebenarnya, bahkan tidak tahu dirinya bermasalah karena tertutup perilaku pertahanan dirinya. Konselor yang sensitif mampu mengungkap/menganalisi masalah sebenarnya yang dihadapi klien.

Konselor yang sensitif memiliki kualitas pribadi:

  1. Sensitif terhadap reaksi dirinya sendiri
  2. Mengetahui kapan, dimana, dan berapa lama mengungkap masalah klien (probing)
  3. Mengajukan pertanyaan tentang persepsi klien tentang masalah yang dihadapinya
  4. Sensitif terhadap sifat yang mudah tersinggung pada dirinya