Efesus 5:28-33

Kuda laut adalah sebuah nama yang diberikan kepada 54 spesies ikan laut kecil yang masuk dalam genus Hippocampus. Kata ini berasal dari bahasa Yunani kuno hippos yang berarti kuda dan kampos yang berarti monster laut. Ikan kecil yang memiliki bentuk kepala menyerupai seekor kuda ini memiliki kulit tubuh yang keras seperti tameng, postur tubuh yang tegak berdiri dan ekor panjang yang melingkar, seperti bunglon. Kuda laut banyak ditemukan di perairan hangat yang dangkal di seluruh dunia. Ikan ini tinggal di area yang tertutup benda laut, seperti rumput laut, karang laut atau tanaman air lainnya yang terdapat di rawa-rawa. Hewan ini tergolong ikan yang berenang sangat lambat. Kuda laut berenang menggunakan sirip kecil yang terdapat di tubuh dan di kepalanya. Saking lambatnya hewan ini berenang, sering kali kuda laut dapat ditemukan beristirahat melingkarkan ekornya pada tanaman atau karang laut. Kedua bola mata kuda laut dapat bergerak lain arah secara individual, yang merupakan satu lagi ciri khasnya yang menyerupai bunglon.

Namun, satu hal yang unik dari hewan ini adalah berkaitan dengan sistem reproduksinya. Sebelum melakukan pembuahan, kuda laut mengalami apa yang kita kenal sebagai pacaran selama beberapa hari. Selama masa pacaran ini, kuda laut jantan dan betina akan berenang berdampingan, dan terkadang saling mengikat ekor masing-masing dan berenang bersama-sama. Ketika lelah, mereka akan hinggap di cabang rumput laut yang sama dan selalu bersebelahan. Dan uniknya mereka melakukan tarian berputar yang seirama selama 8 jam. Setelah itu barulah terjadi pembuahan. Kuda laut jantan memiliki kantong di bagian depan tubuhnya. Biasanya si betina akan mentransfer sekitar 1500 telur untuk disimpan di kantong si jantan yang akan membawanya selama kurang lebih 45 hari. Ketika menetas, bayi-bayi kuda laut akan keluar dari kantong ayah mereka dan berenang bebas.

Sangat mengherankan untuk melihat bagaimana Tuhan menciptakan dunia ini begitu baik dan menarik. Bahkan, kuda laut yang kecil pun memiliki kepribadian yang unik dan indah. Mereka harus melewati fase berpacaran sebelum akhirnya melakukan pembuahan. Dan ketika bertelur, si jantanlah yang merawat anak-anak mereka sampai cukup dewasa untuk berenang sendiri.

Orang tua kuda laut terlihat sangat harmonis dan seirama. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda masih memiliki hubungan yang penuh cinta kasih dengan pasangan Anda? Sebagai suami atau istri, sudahkah Anda bekerja sama dengan seirama demi kepentingan dan masa depan anak-anak dan seluruh keluarga Anda? Ketika ada masalah, cobalah untuk introspeksi dan perbaiki tingkah laku kita. Jangan mengharapkan perubahan dari pasangan melainkan berubahlah terlebih dahulu demi keluarga Anda!

Sumber: www.mannasorgawi.net