Penyampaian Materi / dokumentasi pribadi

Jakarta – “Pola Asuh Orangtua Jaman Now” adalah tema yang diambil untuk Seminar orangtua siswa dan wali murid; baik ayah maupun ibu para siswa – siswi SDK 8 PENABUR Jakarta. Tema ini diangkat mengingat semakin maju dan berubahnya jaman. Pada kesempatan kali ini, seminar diadakan pada hari Sabtu, tanggal 22 September 2018 pada pukul 07:00 – selesai dengan jumlah peserta seminar kurang lebih 80 orangtua siswa, baik yang datang sendiri maupun berpasangan. Kegiatan seminar orangtua siswa diadakan di ruang kebaktian GKI Cawang.

Lucia RM Royanto, M.Si, M.Sp.Ed, Psikolog sebagai pembicara seminar mengemukakan bahwa pola asuh orangtua jaman now berbeda dengan pola asuh orang tua jaman dahulu. Hal ini seturut dengan perkembangan jaman yang makin mengarahkan anak untuk lebih berinteraksi dengan system online dan gadget. Kegiatan yang lebih bersifat sosialisasi dan interaksi secara nyata semakin berkurang.

Bersamaan dengan banyaknya aplikasi yang bisa disematkan pada gawai, banyak juga yang sebenarnya bisa kita gunakan untuk membantu mempermudah kehidupan kita, namun demikian banyak juga yang membuat interaksi secara nyata semakin kehilangan wujudnya. Hal ini tentu saja mempengaruhi cara orangtua dalam menerapkan pola asuh terhadap anak – anaknya.

Ibu Lucia mempertanyakan apakah sebagai orangtua, kita :

  1. Melakukan hal yang sebenarnya dapat dilakukan oleh anak ?
  2. Mempengaruhi anak agar ia menjalankan keinginan/ cita-cita Anda ?
  3. Memutuskan sesuatu yang sesuai dengan ego Anda sendiri ?

Bila jawaban yang kita berikan adalah ya, maka kita sedang menjalankan Helicopter Parenting, dimana secara tidak langsung kita sedang

  1. Menurunkan harga diri/ self esteem anak
  2. Anak tidak dapat menghadapi tekanan hidup
  3. Anak mudah cemas
  4. Anak sering menuntut
  5. Kurang mengembangkan life skills

Maka dari itu sebaiknya kita sebagai orangtua dapat menjalankan pola asuh yang berhenti ‘mengikuti’ anak, dan jangan terlalu khawatir/ ketakutan terhadap hal-hal yang akan terjadi pada anak, serta jangan terlalu emosional terhadap anak ( baik emosi positif maupun emosi negatif ), orangtua juga tidak boleh me‘label’ anak. Sebaiknya juga kita sebagai orangtua jangan merasa sedih atau terganggu bila anak memillih sesuatu yang berbeda dan jangan terlalu memperhatikan anak hingga kita mengabaikan diri kita sendiri. Demikian sehingga ada keseimbangan dalam kehidupan orangtua.

Yang paling penting adalah mengajarkan anak untuk bertanggung jawab, berikan konsekuensi alamiah untuk perilakunya, dan harus konsisten sehingga anak kita dapat berkembang dengan baik.

Sebagai pertanyaan terakhir adalah “Apa yang masih bisa kuubah sebagai orangtua ?” . Semoga perubahan yang dilakukan dapat sesuai dengan kepribadian anak sehingga mampu mengembangakan anak sesuai dengan kehendak-Nya. Semoga kita semua dapat menjalankan tugas sebagai orangtua dengan baik seturut kehendak Tuhan.

Penulis: Johan Wahyudi (Guru BK SDK 8 PENABUR Jakarta)