Tahukah Anda legenda tentang ritual kedewasaan pemuda Indian Cherokee?

Dalam ritual ini, ayah membawa anak laki-lakinya ke hutan dengan mata tertutup kemudian meninggalkannya sendirian. Anak itu diharuskan duduk di atas tunggul pohon sepanjang malam tanpa melepas penutup matanya sampai sinar matahari menyinarinya di fajar hari. Ia sendirian. Ia tak bisa berteriak minta tolong kepada siapa pun.

Setelah si anak melewati malam itu, maka ia  resmi menjadi MANUSIA. Ia tak diizinkan menceritakan pengalaman ini kepada anak-anak laki-laki lain. Setiap anak laki-laki harus menemukan jati dirinya sendiri pada waktunya.

Pada saat ritual, anak laki-laki akan ketakutan. Ia mendengar segala macam suara sepanjang malam. Binatang buas ada di sekelilingnya. Mungkin bahkan ada manusia yang akan menyakitinya. Angin bertiup menghempaskan rumput dan tanah hingga mengguncang tunggul pohon tempat ia duduknya.

Namun setiap anak laki-laki yang sedang menjalani ritual harus tetap duduk dengan tegap tanpa melepas penutup matanya. Itulah satu-satunya cara agar ia bisa menjadi seorang pria.

Akhirnya, setelah malam yang mengerikan berlalu, matahari muncul dan ia melepas penutup matanya.

Saat itulah ia melihat ayahnya duduk di atas tunggul pohon di sampingnya berjaga sepanjang malam, namun anak laki-lakinya tidak menyadarinya.

Moral cerita: Kita tidak pernah benar-benar sendirian. Bahkan ketika kita tidak menyadarinya, keluarga dan teman-teman kita mengawasi kita dengan duduk di atas tunggul pohon di samping kita.

Diadaptasi dari: Love stays http://www.rogerdarlington.me.uk/ (dengan penyesuaian)

Cerita Inspiratif lain..

Titik Hitam

Tetap Tinggal untuk Orang yang Membutuhkan

Serangan Kumbang

Tembikar yang Retak