ilustrasi

Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk membesarkan anak yang cerdas dan berbakat?

Semua anak berhak mendapatkan kesempatan yang adil untuk mengembangkan potensi mereka, termasuk anak yang cerdas dan berbakat intelektual. Bagaimanapun, mereka sedang tumbuh dewasa dan mungkin akan menjadi seorang yang akan menyembuhkan kanker, menjadi pemimpin yang bijaksana, menciptakan Google atau iPhone lainnya. Jika Anda merasa sekolah tidak cukup membantu anak Anda sesuai dengan potensinya, tips untuk orang tua ini bisa membantu, bahkan mungkin akan banyak membantu.

Tidak melakukan apapun

Kabar baiknya adalah bahwa anak-anak cerdas dan berbakat biasanya memiliki perangkat mereka sendiri dengan kemampuan otaknya untuk menghasilkan aktivitas untuk diri mereka sendiri yang sangat sulit sekaligus menarik baginya. Kita sebagai orang tua, atau bahkan pendidik, hanya bisa menebak-nebak. Jadi tidak perlu menjadwalkan banyak kegiatan untuk anak. Dengan tidak melakukan apapun akan memungkinkan dia untuk membayangkan, membuat permainan dari ketiadaan, dan mungkin menggunakan komputer.

Google adalah temanmu

Mesin pencari Google memungkinkan orang tua bersama anak  dapat menemukan situs atau aplikasi pendidikan dan hiburan yang luar biasa, termasuk menggunakan Virtual Reality. Headset VR yang murah memungkinkan anak Anda untuk tenggelam dalam segala hal mulai dari luar hingga bagian dalam tubuh hingga era prasejarah seperti dinosaurus. Misalnya, HoagiesGifted.org menawarkan banyak sumber: tips untuk orang tua dan guru untuk membuat rencana pelajaran, saran untuk konselor dan sekolah, dan perkemahan musim panas yang diadakan khusus untuk anak-anak cerdas.

Tanya lebih, kurangi memberitahu

Semua anak, tapi yang paling cerdas dan berbakat, tumbuh dari pertanyaan terbuka dan bukannya diberi ceramah. Misalnya, saat orang tua mengemudi, carilah kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang cukup menantang, misalnya, “Apa yang kamu lihat sebagai pro dan kontra dalam hal batas kecepatan mengemudi?” Ketika anak Anda pulang larut malam untuk makan malam, alih-alih memberinya kuliah,  orang tua bisa bertanya, “Menurutmu bagaimana kita harus menangani ini?”

Dorong anak Anda untuk bertanya kepada Anda dan orang dewasa lain  dengan meladeni setiap pertanyaan “mengapa”. Ya, itu bisa melelahkan jika anak Anda terus-menerus bertanya ‘mengapa’, tapi ambillah sisi positifnya bahwa itu adalah pertanda kecerdasan dan cara pasti untuk membantu anak Anda tumbuh.

Dapatkan pengasuh yang cerdas.

Apalagi jika orang tua bekerja penuh waktu, pertimbangkan untuk meminta mahasiswa yang cerdas dan baik untuk menjadi pengasuh. Misalnya dengan menjemput anak dari sekolah, melakukan aktivitas bersama anak, membantu pekerjaan rumah, dan ya, bersenang-senanglah. Seringkali seorang mahasiswa senang berbagi hobi dengan anak, entah berakting, olahraga, kerajinan tangan, atau apapun itu.

Dorong persahabatan yang baik dan larang persahabatan yang buruk

Ada beberapa bukti bahwa teman sebaya bisa mempengaruhi anak lebih dari orang tua. Meskipun itu benar, teman sebaya tetaplah penting. Jadi, sarankan agar anak mengajak anak-anak yang cerdas dan baik ke rumah atau bahkan turut dalam perjalanan keluarga dan liburan. Dan jika ada anak yang orang percayai bukanlah pengaruh yang baik, jangan takut melarang anak Anda untuk bergaul dengan anak itu. Ya, mungkin dia memberontak dan mungkin menyelinap, tapi secara umum, selama orang tua memberikan alasan yang baik dan mencoba mendapatkan persetujuan anak, adalah baik bagi orang tua untuk mengambil keputusan demikian.

Pilihlah sekolah anak dengan saksama

Memilih sekolah untuk anak adalah hal yang penting. Pilihlah sekolah publik atau swasta di mana ada banyak anak pintar. Meski demikian tetap menjadi pilihan pribadi bagi orang tua apakah memilih sekolah dengan ketelitian akademik maksimal atau yang lebih berorientasi kepada keseluruhan anak.

Bagaimana cara memeriksa sekolah? Mintalah izin kepala sekolah untuk berjalan menyusuri lorong-lorong dan mengintip ke dalam ruang kelas. Apakah orang tua melihat anak “pas” dengan lingkungannya? Hang out di taman bermain bersama rekan-rekannya? Apakah interaksi dengan rekan-rekananya secara umum  baik?

Mintalah seorang guru tertentu sesekali

Penting bagi anak untuk memiliki guru yang terbiasa dengan anak-anak yang cerdas dan berbakat, bahkan jika anak itu aktif, sering lalai, atau apapun.

Ini tidak realistis dan mungkin tidak adil, tapi orang tua bisa menanyakan pada kepala sekolah apakah bisa anak ditempatkan pada guru yang paling tepat. Tidak perlu setiap tahun, sekali atau dua kali di sekolah dasar. Jika ada guru yang datang padanya secara khusus untuk mengajarnya akan jauh lebih baik untuk anak. Hal ini mungkin akan menjadi kurang penting di tahun-tahun berikutnya, karena seorang siswa biasanya memiliki guru tertentu hanya dalam satu periode.

Tetapi untuk kursus yang menjadi minat, kekuatan, atau kelemahan khusus dari anak mungkin perlu meminta orang tua lain atau guru bimbingan konseling  untuk melihat apakah anak cocok dengan guru tertentu.

Orang tua hanya bisa memperbaiki, bukan mengubah anak

Jangan mencoba mengubah anak kutu buku menjadi kupu-kupu sosial, anak yang pendiam menjadi pemimpin yang berani, anak yang santai menjadi anak yang sangat bersemangat. Orang tua perlu memberikan dorongan yang masuk akal. Dorong anak untuk belajar musik, sepak bola, kepemimpinan, apa pun, tapi jika anak menunjukkan tanda awal kurang minat dan kurang berbakat, hormati individualitas anak! Pertimbangkan untuk membangun kekuatan daripada memperbaiki kelemahan. Selama anak bersikap etis dan baik hati, hormati individualitas anak seperti kita ingin orang lain menghormati kita.

Anak adalah manusia, bukan hanya otak

Kecuali anak Anda adalah salah satu dari anak yang suka ditantang secara intelektual sepanjang waktu, ciptakanlah ruang yang luas untuk area non-intelektual yang diminatinya seperti olahraga, kesenian, atau bahkan satu atau dua jam semalam menonton TV atau video game.

artikel diadaptasi dari psychologytoday.com (SH)

Baca artikel psikologi lainnya: