“Anak saya sekarang sulit diatur. Kalau waktu SD dibilangin sekali dua kali sudah dilakukan. Sekarang saya pikir sudah bisa saya lepas. Kan sudah SMP, harusnya sudah lebih bertanggung jawab! Eh, malah nilainya turun! Saat belajar malah bbm-an.”

     Ungkapan keluhan orangtua di atas mungkin juga anda alami. Kita berpikir semakin bertambahnya usia anak seharusnya semakin besar rasa tanggung jawab mereka. Pada kenyataannya rasa tanggung jawab harus ditumbuhkan. Artinya ditanam, dipupuk, disirami dalam arti dilatih dan dibiasakan sampai menjadi perilaku yang menetap.

source: unsplash/hui-gao

     Berikut adalah 3 langkah penting dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab remaja.

1. AJAK DISKUSI ANAK REMAJA ANDA.

     Remaja lebih senang diajak sharing (bertukar pikiran, perasaan, ide, pendapat) daripada diceramahi. Disini letak kunci utamanya. Diskusikan bersama  hal yang menjadi permasalahan dalam suasana yang bersahabat. Suasana bersahabat artinya Anda mengatur pola pikir Anda, memandang dan menghargai anak Anda sebagai pribadi yang memiliki akal-pikiran, hikmat, kesadaran dan keinginan untuk menjadi orang yang bertanggung jawab.

     Selanjutnya tanyakan pendapat, perasaan, dan keinginannya tentang perilaku bertanggung jawab yang dilatih. Contoh dalam belajar: apakah ia puas dengan nilainya, apa yang menjadi penyebab, apakah ia merasa dapat belajar dengan maksimal tanpa pendampingan orangtua, apakah BB mengganggu konsentrasinya, prestasi apa yang ia inginkan , langkah apa yang menurutnya dapat menjadi solusi, dukungan  seperti apa yang ia perlukan dari Anda, dsb.

     Berikan pujian terhadap pemikiran dan ide-ide solusi serta keinginan positif yang ia sampaikan . Lalu rumuskan bersama langkah-langkah nyata yang hendak diambil oleh anak dan orangtua untuk mencapai perubahan.

2. DAMPINGI DAN DUKUNG ANAK REMAJA ANDA

     Setelah Anda berdua merumuskan langkah-langkah nyata, selanjutnya yang ia perlukan adalah dorongan serta peneguhan terhadap perilaku  tanggung jawab yang ia tunjukkan. Dorongan semangat artinya Anda mengingatkan dengan baik dan optimis tentang perubahan yang ingin dilakukan. Misalnya, “Ingat ya Nak langkah yang kemarin kita ambil saat belajar kamu akan  serahkan BB-mu dan panggil mama untuk menemanimu. Semangat!” Peneguhan perilaku adalah pemberian penghargaan (kata-kata pujian/tepukan dibahu/hadiah) saat anak sudah menampilkan perilaku bertanggung jawab Hal ini akan menambah semangat anak melakukannya kembali.

3. RAYAKAN KEBERHASILAN ANDA BERDUA

     Setelah perilaku bertanggung jawab yang diinginkan terbentuk dan menjadi kebiasaan, renungkan bersama tentang proses yang telah dilalui. Bagaimana keadaan awal sebelum adanya diskusi, upaya-upaya yang sudah dilakukan, perasaan Anda berdua ketika berhasil, ketika gagal dan kini ketika perilaku bertanggung jawab yang dilatih sudah menjadi kebiasaanya. Rayakan keberhasilan tersebut dengan makan bersama atau melakukan hobi Anda berdua. Selanjutnya diskusikan perilaku bertanggung jawab  seperti apa lagi yang hendak Anda berdua tumbuhkan bersama.

Penulis: Olivia Kristanti  (Guru BK SMPK 5 PENABUR Jakarta)

artikel sudah pernah dimuat dalam Best Teens| No. 20 Th. IV Edisi April – Mei 2014

Baca artikel lainnya..

Ikuti akun instagram kami untuk mendapatkan info-info terkini. Klik disini!