Ada sebuah kisah Tiongkok kuno tentang seorang wanita yang putra tunggalnya meninggal. Dalam kesedihannya, ia pergi menemui seorang dukun dan bertanya, “Doa apa atau mantra apa yang kau miliki untuk menghidupkan kembali putraku?”
Alih-alih mengusirnya atau berunding dengannya, dukun itu malah berkata, “Ambilkan aku biji sesawi dari rumah yang tak pernah mengenal kesedihan. Kita akan menggunakannya untuk mengusir kesedihan dari hidupmu.” Wanita itu segera pergi mencari biji sesawi ajaib itu.
Ia tiba di sebuah rumah megah, mengetuk pintu, dan berkata, “Aku mencari rumah yang tak pernah mengenal kesedihan. Apakah ini tempat seperti itu? Rumah yang demikian sangat penting bagiku.”
Mereka berkata kepadanya, “Kau pasti datang ke tempat yang salah,” dan mulai menggambarkan semua hal tragis yang baru-baru ini menimpa mereka.
Wanita itu berkata pada dirinya sendiri, “Siapa yang lebih mampu menolong orang-orang malang dan tak beruntung ini selain aku, yang juga pernah mengalami kemalangan?”
Ia tinggal untuk menghibur mereka, lalu melanjutkan perjalanan mencari rumah lainnya yang tak pernah mengenal duka. Namun ke mana pun ia berpaling, ke hotel, dan tempat-tempat lain, yang ia temukan adalah kisah demi kisah kesedihan dan kemalangan.
Perempuan itu menjadi begitu terlibat dalam membantu orang lain mengatasi duka mereka hingga akhirnya ia melepaskan dukanya sendiri. Ia kemudian menyadari bahwa pencarian biji sesawi ajaiblah yang mengusir penderitaannya.
Moral cerita: Duka dan kesedihan yang paling mendalam sekalipun, bisa dilepaskan.
Diadaptasi dari: Love stays http://www.rogerdarlington.me.uk/ (dengan penyesuaian)
Cerita Inspiratif lain..

