Ada seorang perempuan muda yang sangat bangga dengan pertumbuhan dan perawatan bunga-bunga di taman bunganya. Ia dibesarkan oleh neneknya yang mengajarinya untuk mencintai dan merawat bunga seperti yang ia lakukan sendiri. Jadi, seperti neneknya, taman bunga perempuan itu tak tertandingi.
Suatu hari, saat melihat-lihat katalog bunga yang sering ia pesan, sebuah gambar tanaman langsung menarik perhatiannya. Ia belum pernah melihat bunga mekar seindah itu itu sebelumnya. “Aku harus memilikinya,” katanya dalam hati, dan ia segera memesannya.
Ketika bunga itu tiba, ia sudah menyiapkan tempat untuk menanamnya. Ia menanamnya di dasar dinding batu di belakang halamannya. Tanaman itu tumbuh subur, dengan daun-daun hijau yang indah di mana-mana, tetapi tidak ada satu pun bunga yang mekar.
Hari demi hari ia terus merawatnya, menyiramnya, memberinya pupuk, dan bahkan berbicara dengannya, mencoba membujuknya untuk berbunga. Namun, semuanya sia-sia. Suatu pagi beberapa minggu kemudian, saat ia berdiri di depan pohon itu, ia merenungkan betapa kecewanya ia karena tanamannya tidak berbunga. Ia kemudian mempertimbangkan untuk menebangnya dan menanam sesuatu yang lain sebagai gantinya.
Namun, pada saat itulah tetangganya yang cacat, yang tanahnya bersebelahan dengannya, memanggilnya. “Terima kasih banyak! Kau tak bisa bayangkan betapa aku menikmati bunga-bunga yang kau tanam itu.” Perempuan muda itu berjalan melewati gerbang menuju halaman tetangganya, dan benar saja, ia melihat bahwa di sisi lain tembok, pohon itu dipenuhi bunga-bunga.
Di hadapannya saat ini memang adalah bunga-bunga terindah yang pernah dilihatnya. Pohon itu telah merambat melalui celah-celah dan tidak berbunga di sisi pagarnya, melainkan berbunga lebat di sisi yang lain.
Cerita ini ditulis oleh Randy Reynolds
Moral Cerita: Hanya karena kau tak dapat melihat hasil kerja kerasmu, bukan berarti ia tidak memberikan hasil.
Diadaptasi dari: Love stays http://www.rogerdarlington.me.uk/ (dengan penyesuaian)
Cerita Inspiratif lain..

