Sumber: Pixabay / Gouv

Sebuah perusahaan memiliki tradisi mengadakan pesta setiap malam pergantian tahun. Dimana diadakan Undian berhadiah dalam pesta tersebut.

Aturan Undian, setiap karyawan menyetor 10 dolar, hingga dari 300 karyawan terkumpulah 3000 dolar. Pemenang undian yang beruntung akan mendapat semua uang yang terkumpul tersebut.

Pada hari pelaksanaan pesta, kantor dipenuhi suasana yg semarak. Semua orang menuliskan namanya dikertas dan memasukkannya ke dalam Kotak Undian.

Seorang pemuda ragu-ragu utk menuliskan namanya. Menurutnya, orang yang paling pantas mendapatkan hadiah undian tersebut adalah seorang ibu pembersih di perusahaan tersebut. Anak ibu tersebut baru-baru ini didiagnosa mengalami bocor jantung, tapi dia tidak punya uang untuk membayar biaya operasinya.

Meski mengetahui bahwa hanya ada 1/300 kemungkinan nama yang ditulisnya terpilih, pemuda itu menulis nama ibu pembersih itu pada kertas miliknya.

Ketika saat yang menegangkan akan tiba, ratusan kertas undian di dalam kotak diaduk-aduk dan kotaknya dikocok-kocok. Pemuda ini terus berdoa dalam hatinya: “Saya berharap nama ibu ini yg terpilih!”.

Pemimpin perusahaan dengan perlahan-lahan mengambil sebuah gulungan kertas. Membukanya dan dengan suara yang lantang mengumumkan nama yg tertulis di kertas itu … Nama si ibu pembersih !

Sontak seisi ruangan kantor itupun meledak dengan sorak sorai, ibu tersebut dengan cepat maju untuk menerima hadiah undian tersebut sambil menangis: “Saya sangat beruntung ! Saya sangat beruntung ! Dengan uang ini, anakku punya harapan!”

Ketika pesta telah dimulai, pemuda itu memikirkan “keajaiban ini” sambil berjalan ke arah Kotak Undian yang ada di panggung di depan . Diambil dan dibukanya sebuah gulungan kertas dari kotak itu. Dia melihat tulisan di atas kertas itu adalah nama si ibu pembersih kantor! Pemuda ini sangat terkejut, lalu dia ambil dan buka lagi beberapa gulungan, ternyata meskipun tulisan tangannya berbeda-beda, namun nama yang tertulis semuanya sama, yaitu nama ibu pembersih kantor tersebut! Mata pria inipun berlinang air mata, disadarinya bahwa di dunia ini memang benar memiliki KEAJAIBAN, namun keajaiban itu bukan jatuh dari langit, melainkan KITA JUGALAH YANG HARUS MENCIPTAKANNYA.

Pesan Moral: Kita dapat memilih untuk berdoa memohon keajaiban atau turut bertindak menciptakan keajaiban itu.

Sumber: diadaptasi dari berbagai sumber

Baca cerita inspiratif lainnya..

Ikuti akun instagram kami untuk mendapatkan info-info terkini. Klik disini!