Sistem pendidikan di Indonesia sedang menggeliat saat ini. Sebabnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Kurikulum Merdeka pada Februari 2022. Nadiem Makarim selaku Mendikbudristek menyampaikan bahwa kurikulum baru ini dapat mulai diimplementasikan per tahun pelajaran 2022/2023.

Kurikulum ini menggerakkan semua komponen di sekolah dan orang tua untuk berkolaborasi dalam pembentukan Profil Pelajar Pancasila. Yaitu, karakter pembelajar sepanjang hayat yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam perilakunya.

Sebagai tujuan jangka panjang, karakter ini akan terbentuk melalui kurikulum yang memberikan kebebasan bagi setiap peserta didik untuk mengembangkan minat dan bakatnya sesuai kesiapan dan tahap perkembangannya. Guru BK di sekolah, turut berperan penting dalam hal ini.

Transformasi Layanan BK dalam Kurikulum Merdeka

Kurikulum merdeka pada dasarnya berupaya untuk mengembalikan layanan BK pada fitrahnya. Guru BK berpegang pada filosofi pendidikan yang sudah sejak dulu digemakan oleh Ki Hajar Dewantara; (1) Ing Ngarsa Sung Tuladha, (2) Ing Madya Mangun Karsa, dan (3) Tut Wuri Handayani.

Mengejawantahkan filosofi ini, guru BK berperan untuk membangun inklusivitas dalam layanan BK. Artinya, layanan BK yang diselenggarakan oleh guru BK terbuka pada perbedaan kebutuhan dan keunikan setiap peserta didik.

Peserta didik berhak memiliki pilihan dan menerima pendampingan yang berfokus pada pengembangan minat, bakat, dan karir di masa depan. Sesuai namanya, kurikulum ini bermaksud untuk memerdekakan proses belajar setiap peserta didik.

Pada pelaksanaannya, layanan BK menjadi bagian yang integral dan proses belajar di sekolah. Dengan demikian, guru BK berpartisipasi aktif untuk menjalin kolaborasi dengan dengan wali kelas, guru mata pelajaran, setiap komponen sekolah lainnya, serta orang tua peserta didik.

Guru BK dalam Implementasi Kurikulum Merdeka

Saepuloh, M.Si dalam Konvensi BK Nasional yang diselenggarakan di The Rich Hotel, 24-25 Agustus 2022, menjelaskan pelaksanaan 4 komponen layanan BK dalam implementasi Kurikulum Merdeka.

Komponen yang pertama adalah Layanan Dasar, dimana tugas tanggung jawab guru BK adalah sebagai berikut:

  1. Membangun pola pikir berkembang (growth mindset) dan pembiasaan perilaku positif sesuai tujunan layanan
  2. Menjadi bagian dari fasilitator  proyek penguatan  profil  pelajar Pancasila dan juga mendorong pencapaian student wellbeing
  3. Menyediakan aktivitas layanan yang dinamis, inklusif, dan menggunakan berbagai metode untuk layanan BK berdiferensiasi
  4. Menggunakan media layanan yang memfasilitasi berbagai platform digital

Komponen berikutnya adalah Layanan Perencanaan Individu, dimana tugas tanggung jawab guru BK adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan penggalian data profil siswa secara akademik dan non akademik
  2. Mendeteksi minat, bakat, potensi siswa, serta pemahaman diri siswa, khususnya untuk menentukan mata pelajaran pilihan di fase F
  3. Merumuskan rencana  aksi akademik  dan akademik dengan siswa secara kolaboratif dengan orang tua siswa, wali kelas, dan guru mata pelajaran untuk akademik dan non akademik
  4. Melakukan pendampingan, pengembangan, dan penyaluran, serta monitoring, dan tindak lanjut dari rencana aksi siswa

Ketiga adalah Layanan Responsif, dimana guru BK bertugas untuk melaksanan beberapa hal berikut ini:

  1. Identifikasi data berdasarkan hasil asesmen, pengamatan, informasi warga sekolah
  2. Menganalisis peserta didik yang kemungkinan menghadapi potensi masalah atau hambatan berdasarkan hasil asesmen, pengamatan, dan informasi lainnya
  3. Melakukan layanan yang bersifat segera untuk membantu peserta didik memahami hakikat dan ruang lingkup masalah, mengeksplorasi, dan menentukan alternatif pemecahan masalah yang terbaik melalui proses interaksi yang unik
  4. Melakukan refleksi apakah peserta didik mengalami perubahan pikiran, perasaan, kehendak, atau perilaku yang terkait dengan perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir
  5. Melakukan tindak lanjut layanan yang diperlukan untuk mengembangkan kompetensi kemandirian peserta didik

Komponen terakhir adalah Dukungan Sistem yang bertujuan untuk memberikan dukungan pada konselor atau guru BK dalam penyelenggaraan komponen layanan BK lainnya sehingga dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

Wujud dukungan sistem dapat berupa kesempatan pengembaran jejaring, keterlibatan dalam kegiatan manejemen, dan kesempatan pengembangan keprofesian yang berkelanjutan.

4 Bidang Layanan BK dalam Kurikulum Merdeka

Mempraktikkan 4 bidang layanan BK (sosial, pribadi, belajar, dan karir) dalam kerangka  kurikulum merdeka, peserta didik diharapkan akan mencapai perkembangan yang optimal yaitu kemandirian yang utuh sesuai dengan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD).

11 Aspek perkembangan yang termuat dalam SKKPD adalah: (1) Landasan Hidup Religius, (2) Landasan Perilaku Etis, (3) Kematangan Emosional, (4) Kematangan Intelektual, (5) Kesadarasan Tanggung Jawab Sosial, (6) Kesadaran Gender,  (7) Pengembangan Pribadi, (8) Kemandirian Perilaku Ekonomis, (9) Wawasan dan Kesiapan Karir, (10) Kematangan Hubungan dengan Teman Sebaya, dan (11) Kesiapan diri untuk Menikah dan Berkeluarga

Praktik layanan BK pada keempat bidang ini akan dijelaskan secara lebih terperinci pada artikel berikutnya.

Penutup

Kurikulum merdeka pada dasarnya mengembalikan layanan BK kepada fitrahnya. Yaitu, menyediakan pendampingan pada siswa secara individu maupun kelompok. Layanan individu yang diberikan bersifat fleksibel dan dinamis sehingga tetap terpusat kepada peserta didik sebagai individu yang sedang mengembangkan segala potensinya.

Sumber:

Paparan materi “Bimbingan Konseling dalam Implementasi  Kurikulum  Merdeka” dari Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd dalam Konvensi BK Nasional, 24-25 Agustus 2022 di Yogyakarta.

Paparan materi “Bimbingan dan Konseling dalam Implementasi Kurikulum Merdeka” dari Saepuloh, M.Si dalam Konvensi BK Nasional, 24-25 Agustus 2022 di Yogyakarta.

Siaran Pers: Implementasi Kurikulum Merdeka tetap Berjalan sesuai Rencana, Nomor: 413/sipers/A6/VII/2022, dimuat dalam https://ditpsd.kemdikbud.go.id/

Baca artikel lainnya..

BPK PENABUR Jakarta Mengirim Perwakilan untuk Mengikuti Konvensi BK Nasional

Ikuti akun instagram kami untuk mendapatkan info-info terkini. Klik disini!