Alkisah, hiduplah seorang petani malas yang tidak suka bekerja keras di ladang. Dia menghabiskan hari-harinya dengan tidur-tiduran di bawah pohon. Suatu hari, saat sedang beristirahat di bawah pohon, seekor rubah datang berburu kelinci. Terjadi pukulan yang kuat, kelinci itu menabrak pohon dan mati.

Petani mengambil kelinci yang mati dan membawanya pulang. Dia makan kelinci untuk makan malam dan menjual bulunya ke pasar. Dia berpikir bahwa jika dia dapat memiliki kelinci seperti itu setiap hari, dia tidak perlu bekerja lagi.

Keesokan harinya, petani kembali ke pohon dan menunggu kelinci lain mati dengan cara yang sama. Dia melihat kelinci, tetapi tidak satupun dari mereka berlari ke pohon seperti sebelumnya. Sebab, kejadian kemarin adalah kecelakaan yang sangat langka, tetapi petani itu tidak menyadarinya.

“Oh baiklah,” pikirnya riang, “selalu ada hari esok.” Demikian hari-hari berlalu dan si petani selalu kembali tidur-tiduran di bawah pohon untuk menunggu kelinci mati.

Karena dia sedang menunggu kelinci menabrak pohon dan mati, dia tidak memperhatikan ladangnya. Gulma tumbuh di sawahnya. Tak lama kemudian, petani itu harus kelaparan saat dia kehabisan beras dan tidak pernah menangkap kelinci lain.

Moral

Jangan menunggu hal baik datang tanpa melakukan apapun. Jangan tinggalkan hidup Anda pada keberuntungan tanpa bekerja untuk sukses.

(diadaptasi dari https://www.developgoodhabits.com/inspirational-stories/)

Cerita Inspiratif lain..

Filosofi dalam Secangkir Kopi

Umpan Ikan Hiu

Dihentikan oleh Batu Bata

Membersihkan Cangkang Kura-Kura