Seorang petani menjadi sangat tua sehingga dia tidak dapat lagi menggarap ladangnya. Jadi dia menghabiskan hari-hari hanya dengan duduk di teras. Putranya, yang masih bekerja di pertanian, sesekali mendongak dan melihat ayahnya duduk di sana.

“Dia tidak ada gunanya lagi,” pikir anak itu dalam hati, “dia tidak melakukan apa pun!”

Suatu hari sang anak menjadi sangat frustrasi dengan hal ini. Dia kemudian membuat peti mati dari kayu, menyeretnya ke teras, dan menyuruh ayahnya masuk. Tanpa berkata apa-apa, sang ayah masuk ke dalam peti.

Setelah menutup tutupnya, sang anak menyeret peti mati tersebut ke tepi peternakan dimana terdapat tebing tinggi. Saat dia mendekati jurang, dia mendengar suara ketukan ringan pada tutupnya dari dalam peti mati tersebut. Dia membukanya.

Masih terbaring di sana dengan tenang, sang ayah memandang ke arah putranya: “Saya tahu kamu akan melemparkan saya ke tebing, tetapi sebelum kamu melakukannya, bolehkah saya menyarankan sesuatu?” “Apa itu?” jawab putranya. “Lemparkan aku ke atas tebing, jika kamu mau,” kata sang ayah, “tapi simpan peti mati kayu yang bagus ini. Anak-anakmu mungkin perlu menggunakannya nanti.”

Pesan moral: Kasih sayang yang dimiliki orang tua terhadap anak-anak mereka hampir tidak ada batasnya. Memiliki anak membuat Anda merawat keluarga Anda melebihi kematian Anda sendiri.

(diadaptasi dengan penyesuaian dari https://themindcollection.com/stories-with-a-moral/)

Cerita Inspiratif lain..

Wabah Tikus

Menyerah atau Terus Berjuang

Sengatan Kalajengking

Seorang Pria Mabuk