Foto bersama pembicara dan peserta pelatihan

Jakarta – Perilaku sehari-hari kita ternyata adalah cerminan dari kesadaran kita akan self esteem. Seberapa kita menyadari self esteem, berdampak pada seberapa kita menghargai diri kita sendiri. “Beda Harga, Beda Perlakuan”, adalah jargon yang didengungkan oleh Bp Samiton Pangellah dalam Pelatihan Mindfulness untuk Guru BK SD. Pelatihan ini berlangsung pada hari Selasa, 18 Februari 2020 di Aula Komplek PENABUR Kelapa Gading.

Tidak ada tawar menawar pada self esteem, diri kita seutuhnya berharga, tidak ada harga diri yang naik maupun turun. Yang ada adalah apakah kita menyadari bahwa apapun yang  terjadi, kita tetap berharga, tidak ada membuat harga diri kita turun. Salah satu contoh perilaku yang menunjukkan bahwa kita tidak menyadari self esteem adalah kebiasaan merundung. Hal ini tidak hanya berlaku pada anak-anak, namun juga pada orang dewasa pada umumnya. Dalam perilaku merundung, pelaku merasa butuh untuk merendahkan orang lain dengan tujuan menunjukkan bahwa dirinya lebih tinggi.

Pelatihan Mindfulness

Penyampaian materi oleh Bp Samiton Pangellah

Pelatihan Mindfulness ini diadakan guna mendongkrak potensi diri para Guru BK. Para Guru BK diharapkan dapat me-refresh kemampuannya dalam mengenali dan mengelola diri. Dengan demikian Guru BK dapat lebih optimal dalam membimbing peserta didik untuk menyadari self esteem nya. Healty Self Esteem akan berdampak baik pada kesehatan mental pada umumnya.

Pada kesempatan pelatihan ini, para Guru BK juga menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan self esteem secara praktis. Antara lain mengenai bagaimana tetap mendukung peserta didik untuk nyadari dirinya berharga jika ia berada dalam keluarga yang  kurang mendukung. Menjawab pertanyaan ini, Bp Samiton tidak segan untuk membagikan pengalaman pribadinya sebagai seorang anak dalam sebuah keluarga. Berdasarkan hasil evaluasi, pendekatan dengan contoh-contoh yang real ini diapresiasi oleh para peserta karena dirasa menjadi lebih mudah diterapkan.

Tanya jawab

Diskusi kelompok

Pesan untuk rajin membaca

Mengembangkan potensi diri tidak cukup dengan menyadari self esteem. Bp Samiton juga mengarahkan agar para Guru BK rajin membaca buku, minimal 10 halaman per hari. Membaca buku bermanfaat untuk terus melatih kemampuan otak sehingga memudahkan untuk mempelajari hal-hal baru seiring dengan perkembangan zaman. Membaca buku atau terus belajar juga adalah wujud perilaku menghargai diri sendiri.

Penulis: Sonia Here (Staf BK & Psikoedukatif)

Berita kegiatan lainnya..

Ikuti akun instagram kami untuk menemukan info-info terbaru! klik disini