Permainan bola Clacker atau Lato-lato menjadi viral di Tik Tok sejak beberapa pekan belakangan. Saat ini, demam Lato-lato membuat kita hampir selalu mendengar suara benturan Lato-lato kemanapun kita pergi. Anak-anak yang bermain di depan rumah, lapangan, hingga di tempat umum seperti stasiun dan rumah sakit.

Hingga saat ini, dampak positif dan negatif permainan ini masih terus menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Meskipun belum ada informasi atau himbauan resmi dari pemerintah Indonesia, di negara lain rupanya Clacker balls sudah lama dilarang.

Lato-Lato adalah Mainan Berbahaya di Amerika Serikat

Lato-lato pada dasarnya bukan permainan baru. Beberapa sumber mencatat bahwa mainan ini sudah populer sejak 1960-1970an di berbagai negara. Di Indonesia, permainan ini populer di tahun 1990an. Sempat meredup, hingga kemudian menjadi viral kembali melalui media sosial Tik Tok awal di awal tahun 2023 ini.

Berkaitan dengan permainan ini, badan resmi Amerika Serikat, U.S. Consumer Product Safety Commission sudah menyatakan larangan resmi terhadap permainan ini yang berlaku sejak 6 Desember 1985.  Saat itu, lebih dari 4.600 Lato-lato disita dari pasaran. Sedangkan masyarakat yang sudah memilikinya dihimbau untuk segera membuangnya.  Bahkan, para produsen diminta untuk melakukan penarikan produk dari para konsumen.

Pertimbangan terbitnya larangan ini adalah keamanan. Bola Lato-lato berpotensi menimbulkan banyak cidera. Sebuah firma hukum Amerika Serikat, Edgar Snyder & Associates, menyebutkan bahwa terdapat laporan mata lebam hingga mimisan akibat permainan yang wujudnya dianggap lebih seperti senjata ini. Tak hanya bagi diri sendiri, bahaya ini juga mengancam orang lain yang berada di sekitarnya.

Larangan semacam ini rupanya juga terjadi di beberapa negara lain, seperti Kanada dan Inggris (U.K).

Apakah ada Dampak Negatif yang Terlewat?

Sebuah artikel yang terbit di The Washington Post menyebutkan bahwa pemerintah atau lembaga berwenang lainnya telah melewatkan sebuah hal, yaitu polusi kebisingan. Lato-lato memang berpotensi mencederai pemainnya maupun orang lain secara fisik, tetapi kenyataannya tak hanya sampai di situ. Polusi kebisingan adalah dampak yang lebih luas.

Hal ini senada dengan apa yang diungkapkan oleh Indra Tanuwijaya, M.Psi, Psi, Psikolog Jenjang SMP-SLTA, BPK PENABUR Jakarta. Ia menyatakan bahwa permainan Lato-lato pada dasarnya membawa banyak dampak positif bagi remaja. Namun, tetap tak dapat dipungkiri bahwa polusi suara dapat mengganggu orang lain.

Pendapat Psikolog tentang Manfaat Lato Lato

Selain menyinggung soal polusi suara, Indra Tanuwijaya, M.Psi, Psi. lebih menekankan pada manfaat atau dampak positif permainan ini bagi anak. Selain melatih keterampilan motorik dan konsentrasi, permainan Lato-lato juga menjadi alternatif yang mengalihkan anak-anak dari gadget.

Bermain Lato-lato saat ini menjadi alasan anak-anak meletakkan gadget untuk keluar rumah dan bermain bersama teman-teman seusianya. Challenge atau kompetisi juga dilakukan dalam permainan ini. Hal ini menjadi dampak baik bagi kemampuan bersosialisasi dan kepercayaan diri anak.

Saran Psikolog agar Lato Lato Bermanfaat Alih-Alih Berbahaya

Manfaat Lato-lato bagi perkembangan anak akan tidak ada artinya jika permainan ini justru mencederai. Oleh sebab itu, Indra Tanuwijaya, M.Psi, Psi. mengingatkan tentang pentingnya pendampingan orangtua dalam bermain Lato-lato.

Dalam hal ini, orangtua berperan untuk memberikan batasan waktu agar permainan ini tidak dilakukan berlebihan sehingga justru merugikan. Selain itu, pemilihan kualitas Lato-lato juga penting untuk menghindari kerusakan yang dapat menimbulkan cidera.

Melengkapi hal ini, Anastasia Fanny, M.Psi, Psi, Psikolog Jenjang TK-SD, BPK PENABUR Jakarta, juga mengingatkan tentang batasan usia. Merujuk pada himbauan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang dikutip oleh detikHealth, usia yang dianjurkan adalah usia sekolah dan remaja. Sebab, anak-anak pada usia ini sudah mulai dapat mempertimbangkan tentang potensi bahaya. Meski demikian, peran penting pendampingan dan arahan dari orangtua tetap menjadi prioritas.

(SH)

Referensi:

Edgar Snyder & Associates (2016) The Seven Most Dangerous Toys From Your Past. A Personal Injury Law Firm Representing Injured People. Accessed at https://www.edgarsnyder.com/.

Kastor, Elizabeth (1990) The Toy That Drive Adults Clackers. The Washington Post, Democracy Dies in Darkness. Accessed at https://www.washingtonpost.com/.

U.S. Consumer Product Safety Commission. Dangerous Toys Seized By U.S. Marshal In Phoenix. Recall Date: December 10, 1985 #85-065. Accessed at https://www.cpsc.gov/.

Dear Ortu, Ini Batasan Aman Usia Anak Main Lato-lato Menurut IDAI. Detik Health. Diakses di https://health.detik.com/.

Baca artikel lainnya…

Ikuti akun instagram kami untuk mendapatkan info-info terkini. Klik disini!